Monday, March 21, 2016

Kalian Adalah Ummat Terbaik



"Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan melarang yang mungkar dan beriman kepada Allah, dan kalau sekiranya ahlul kitab beriman, tentulah hal itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada orang2 yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang2 fasik) Surat Ali mran ayat 110.

Ibnu Katsir dan Muhammad Ali Ashshobuni berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kata ”kalian” dalam ayat tersebut adalah umat Rasulullah s.a.w.

Ibnu Katsir berpendapat demikian berdasarkan hadits Rasulullah yang mengatakan:”U’thitu maa lam yu’tha ahadin minal ambiyaa’I (Aku diberi oleh Allah apa yg tidak diberikan kpd seorang Nabi-pun sebelumku) salah satu diantaranya adalah :”ju’ilat ummati khairul umami.” (Umatku dijadikan ummat yang terbaik).

Muhammad Ali Ashshobuuni didalam tafsirnya :”Antum yaa ummati Muhammad Rasulullah saw khaira ummatin (kalian wahai ummat Muhammad Rasulullah saw adalah ummat terbaik), liannakum anfa’annaasu linnaasi (disebabkan kalian adalah umat yg paling banyak manfaatnya bagi orang lain), hal ini sesuai dengan apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw bahwa:”Sebaik-baik kalian adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.”

Bila kita ingin termasuk dalam golongan muslim yang disebut dengan kalimat kuntum sebagaimana ayat tersebut, maka kita harus berlomba menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain

Menurut hadits Rasulullah yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah :” Khairunnaasi Ta’tuuna bihim fii salaasili fii a’naaqihim hattaa yadkhuluu filislam.” (Sebaik-baik manusia adalah yg datang kepada mereka ketika mereka dalam keadaan terbelenggu leher leher mereka hingga kemudian akhirnya mereka masuk Islam).

Sayidina Umar bin Khathab r.a. mengatakan: ”Man sarrahu an yakuna min haadzihil’ummati falyu’diy syarathallahi bihaa.”(Barang siapa yg ingin termasuk didalam golongan/kelompok ummat yang telah disebutkan didalam ayat ini, maka hendaklah mereka melaksanakan hal hal yang telah dipersyaratkan oleh Allah swt yaitu menyuruh kepada yang makruf , mecegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.).


(Diantara mereka para ahlkul kitab itu ada sekelompok kecil orang orang yang beriman seperti halnya Raja Najasi dan Abdullah bin Salam, maka jangan heran ketika raja najasi meninggal dunia, Rasulullah s.a.w berkenan menyolatkannya, karena raja Najasi ini adalah salah seorang ahlul kitab yang beriman kepada Al Quran dan membenarkan apa saja yang datang/disampaikan oleh Rasulullah s.a.w.).***